Rabu, 22 Oktober 2014

Cara Mengolah Susu Menjadi Yoghurt

Cara Mengolah Susu Menjadi Yoghurt - Semua orang pasti sudah mengenal apa itu Yoghurt. Yoghurt adalah salah satu hasil olahan susu dengan cara fermentasi. Ciri Yoghurt adalah rasanya yang asam tapi segar. Asam bukan berarti susu tersebut basi karena nilai gizinya tinggi dan dibuat dari hasil fermentasi bakteri baik atau bakteri yang bermanfaat bagi tubuh.

Dasar pembuatan Yoghurt adalah fermentasi dengan menggunakan bakteri jenis Lactobacillus bulgaricus dan Strepthococcus thermofilus. Bakteri jenis ini baik bagi tubuh yaitu dapat membantu proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia.

Manfaat Yoghurt

Manfaat yoghurt bagi tubuh antara lain :
 a. Protein dalam yoghurt baik untuk mensuplai kebutuhan protein otak
 b. Meningkatkan daya serap nutrisi oleh usus dalam tubuh.
 c. Sebagai probiotik dalam tubuh, membunuh bakteri patogen dalam tubuh
 d. Bagus untuk minuman  diet dan kesehatan

    Kandungan Gizi Yoghurt

    Kandungan gizi yoghurt antara lain :
     a. Kadar lemak : 3,7%, 
     b. Laktosa         : 3,5%, 
     c. Kadar air       : 87,3%, 
     d. Asam laktat   : 0,83%  
     e. Total solid     :2,7%.
      Cara Pengolahan Yoghurt

      1. Bahan yang di gunakan dalam pembuatan/pengolahan yoghurt :

       a. Susu sapi segar : 1 lt
       b. Starter/biakan murni : 20gr
       c. Gula : 50 gr
       d. Esence/perasa buah
        2. Peralatan yang di gunakan dalam pengolahan Yoghurt :

         a. Panci stainles steel
         b. Termometer
         c. Gelas ukur
         d. Sendok pengaduk
         e. Inkubator
          3. Cara Pembuatan atau Pengolahan Yoghurt



           a. Pasteurisasi. 
          Yaitu susu di panaskan dalam suhu 80 derajat celcius selama 30 menit. Tujuannya adalah untuk mensterilkan susu dari bakteri lain yang menyebabkan kerusakan susu namun tidak sampai merusak protein susu untuk itu suhu di jaga jangan sampai melewati 80 derajat celcius.

           b. Kulturisasi. 
          Yaitu penambahan starter atau bibit bakteri  Lactobacillus bulgaricus dan Strepthococcus thermofilus sebanyak 5 % dari jumlah susu. Starter dibuat dari yoghurt yang sudah jadi atau dapat di beli di toko atau supermarket. Yang harus diingat penambahan starter stelah susu dalam keadaan dingin atau hangat-hangat kuku.

            Inkubator Yoghurt
             c. Inkubasi. Yaitu proses fermentasi susu hingga menjadi Yoghurt. Proses fermentasi dilakukan dalam Inkubator pada suhu 45 derajat celcius selama 8 jam hingga mencapai derajat keasaman atau pH 4-5 derajat. Inkubator adalah ruang tertutup yang steril dan diberi penghangat. Jika anda tidak mempunyai bisa membuat dari bahan kardus yang di beri lampu untuk mempertahankan suhu.

             d. Penyaringan dan penambahan gula dan perasa buah (esence) jika di kehendaki, sesuai selera.

             e. Penyimpanan dan pengemasan. Kemas dalam botol dan simpan dalam suhu dingin di dalam kulkas jika tidak langsung di konsumsi.












              Senin, 20 Oktober 2014

              Tabulampot, Penyaluran Hobby Di Lahan Terbatas

              Tabulampot, Penyaluran Hobby Di Lahan Terbatas - Bagi anda yang punya hobby bercocok tanam atau pertanian tetapi tidak memiliki lahan yang luas, tidak perlu berkecil hati. Tabulampot adalah solusinya. Tabulampot adalah singkatan dari Tanam Buah Dalam Pot.

              Tanam buah dalam pot dapat dilakukan pada lahan sempit bahkan pada rumah yang tidak memiliki pekarangan sekalipun, karena dapat juga dilakukan di atas loteng atau dia atas atap yang terbuat dari dak beton. jenis buah yang dapat di tanam di dalm pot banyak sekali dia antaranya buah Mangga, Jambu biji, Lengkeng,  Jambu air, Cabe dan masih banyak lagi.


              Ada beberapa tips yang harus di perhatikan dalam melakukan tabulampot, yaitu

              1. Pemilihan Pot.

              Pot yang baik dalam penanaman Tabulampot adalah pot yang sesuai dengan sifat pohon buah yang akan kita tanam. Untuk pohon buah yang berkayu keras dan berakar tunggang seperti buag Mangga, Lengkeng, Sawo, Jambu dll, pilihlah pot yang kuat dangan ukuran yang besar yaitu diameter minimal 60 cm, tinggi 50cm. Bahan pembuat pot yang kuat antara lain yeng terbuat dari seng/besi, beton/semen atau plastik yang  tebal.
              Untuk pohon buah yang kecil dan semusim, seperti buah Tomat, Cabe, Terong dll dapat di pilih pot yang terbuat dari plastik atau bahkan plastik polibag dengan diameter minimal 20cm, tinggi 20 cm

              2. Pemilihan Bibit.

              Pemilihan bibit yang baik dalam penanaman tabulampot adalah kunci awal keberhasilan. Untuk tanaman semusim dapat dilakukan dengan memilih bibit dari indukan yang bagus atau dapat dibeli di toko-toko yang menjual bibit unggul.

              Pohon Okulasi ditandai dengan batang bawah lebih besar

              Sedangkan untuk pohon buah tahunan pilih buah yang bagus dengan cara cangkok atau okulasi (sambungan), jangan menanam dari biji, karena pohon buah yang berasal dari biji akan lama berbuah dan berbuah dengan pohon yang sudah besar/tinggi. Pencangkokan pohon pilihlah pohon yang sudah tua dan pernah berbuah. Pohon buah okulasi dapat di buat sendiri atau membeli di toko buah dengan menanyakan riwayat pohon tersebut. Atau dapat di pilih dengan di tandai batang bawah lebih besar dari batang atas pada sambunganya.

              3. Cara Penanaman.

              Media yang bagus untuk penanaman buah dalam pot adalah campuran dari tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan  1: 1 dengan terlebih dahulu diberi batu dan ijuk. untuk pot yang kecil ijuk saja untuk menjada agar media tetap porus (air mudah terserap).

              4. Penempatan Pot.

              Tempatkan pot yang sudah ditanami di tempat yang mendapat sinar matahari penuh, karena pada umumnya tanaman buah membutuhkan sinar matahari yang penuh. Dapat di letakkan di depan rumah sekaligus sebagai pinghias pekarangan depan atau dibelakang rumah sebagai peneduh.

              5. Perawatan Tabulampot.

              Perawatan Tabulampot sangatlah mudah, yang dapat di bagi dalam beberapa tahapan
              • Penyiraman. Penyiraman adalah faktor utama kesuburan pohon. pada musim kemarau siram pot setiap hari, 1-2 kali sehari. Tetapi pada musim penghujan tidak perlu lagi disiram setelah hujan turun.
              • Penggemburan tanah. Kepdatan tanah menyebabkan aerasi udara, penyerapan air dan perkembangan akar yang tidak atau kurang sempurna. Untuk itu lakukan penggemburan tanah sebulan sekali dengan peralatan skop kecil atau obeng/batang kayu. Yang perlu diingat ketika sedang menggemburkan tanah jangan sampai melukai akar.
              • Pemupukan. Pemupukan yang terbaik adalah dengan menggunakan pupuk organaik. Pupuk buatan dapat di berikan pada awal penanaman dan sebelum musim buah tiba (pada buah musiman). Pemberian pupuk buatan tidak boleh sering dilakukan karena dalam jangka panjang justru dapat membuat tanah menjadi jenuh dan tidak subur. Pupuk buatan diantaranya NPK (untuk buah, batang/akar, dan daun), Urea (untuk daun), TSP (untuk batangdan batang)
              • Pemangkasan. Pemangkasan dilakukan ketika pohon telah tumbuh lebat dan mengganggu. sebaiknya dilakukan setelah pohon berbuah, karena jika dilakukan sebelum musim buah dikhawtirkan akan mengganggu proses tumbuhnya bunga dan buah.
              • Penggantian tanah. Untuk tetap menjaga kesuburan, gantilah tanah setiap 3 atau empat bulan sekali dengan pupuk kandang.
              • Penggantian pot. Penggantian pot dilakukan apabila pot sudah rusak atau pot sudah dipenuhi dengan akar. Lakukan dengan hati hati agar pohon tidak stress dan tumbuh subur kembali.
              • Pengendalian hama dan penyakit. Hama yang sering timbul seperti kutu putih, ulat dan belalang dapat dilakukan secara manual yaitu dengan membuang hama tersebut atau dengan penyemprotan pestisida.

              Minggu, 19 Oktober 2014

              Profesi Penyuluh Pertanian Kurang Diminati Generasi Muda

              Profesi Penyuluh Pertanian Kurang Diminati Generasi Muda - Inovasi dan teknologi baru banyak bermunculan, tidak ketinggalan pula di bidang pertanian. Namun demikian kerja keras para peneliti dan inovator akan sia-sia apabila temuan-temuan itu tidak di implementasikan di lapangan. Di bentuknya penyuluh pertanian tidak lain karena untuk menyampaikan kepada petani tentang kemajuan/perkembangan bidang pertanian saat ini agar petani tidak ketinggalan teknologi. Di sinilah peran penting seorang penyuluh pertanian.

              Mengingat peran penting peyuluh pertanian pemerintah menyiapkan sekolah sekolah pertanian baik tingkat menengah atas maupun perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Bahkan ada perguruan tinggi spesialisasi bidang penyuluh pertanian diantaranya STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian ) yang berada di Bogor. Hal ini di maksutkan untuk memnuhi kebutuhan akan profesi spesialis penyuluh pertanian.


              Tetapi kenyataannya tenaga penyuluh lapangan bidang pertanian masih kekurangan. Ini indikasi bahwa minat para generasi muda untuk menekuni bidang pertanian khususnya penyuluh pertanian masih kurang. Idealnya jumlah penyuluh dalam satu desa adalah satu orang. Keadaan sekarang satu orang penyuluh untuk 2-3 desa (ungkap Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan kepada liputan6)

              Untuk itu pada tahun mendatang akan diusulkan/diajukan permohonan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menambah formasi CPNS untuk tenaga penyuluh pertanian. Seharusnya, kata Rusman Heriawan lagi setiap tahunnya penambahan penyuluh jumlahnya 2000 orang. Namun realisasinya hanya ratusan saja, itupun lebih sedikit dari jumlah penyuluh yang pensiun.

              Dapat dipahami bahwa kurangnya minat generasi muda terhadap profesi penyuluh ini adalah penempatan lokasi kerja yang jauh dari perkotaan yaitu didaerah pelosok dan tertinggal. Namun bagi pemuda yang berjiwa nasionalisme tinggi tentu hal itu bukan kendala. Karena tempat tidak akan jadi persoalan selama bisa berperan dalam pembangunan dan kemajuan bangsa khususnya pertanian Indonesia.

              Jumat, 17 Oktober 2014

              L'Oreal-UNESCO Award Untuk 2 Dosen IPB

              L'Oreal-UNESCO Award Untuk 2 Dosen IPB -  Bangsa Indonesia Khususnya masyarakat pertanian Indonesia wajib berbangga hati dengan di anugerahkanya penghargaan National Fellowship L'Oreal-UNESCO For Women in Science 2014 kategori Life Science kepada putri terbaik bangsa. Selain mangangkat nama IPB, nama bangsa Indonesia tentunya ikut terangkat juga di mata dunia.

              Institut Pertanian Bogor (IPB) pantas memperoleh predikat sebagai kampus paling inovator di Indonesia karena IPB mampu mengantarkan mahasiswa maupun dosenya untuk mendominasi dalam daftar Karya Inovatif Indonesia Paling Prospektif tujuh tahun terakhir.

              Dr. Nanik Purwanti,S.TP, M.Sc dan Drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, Ph.D.

              Indikaotor terbaru dari keberhasilan Institut Pertanian Bogor adalah karya Dr. Nanik Purwanti,S.TP, M.Sc dan drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, Ph.D. yang menjadi pemenang dalam program National Fellowship L'Oreal-UNESCO For Women in Science 2014.

              Dr. Nanik Purwanti,S.TP, M.Sc

              Berawal dari bidang material science, Dr. Nanik menyusun proposal penelitian tentang potensi serat dari protein untuk dimanfaatkan sebagai mikrokapsul. Mikrokapsul tersebut nantinya digunakan sebagai controlled release devices (alat pelepas terkontrol) untuk bahan pangan dan nutraceutical.

              “Kebetulan saya mempelajari pemanfaatan protein yang sejenis ketika S3 di Belanda dan Postdoc di Jepang. Walaupun pada saat itu saya tidak memplajari tentang protein tersebut dalam bentuk serat. Serat dari protein ini telah dipelajari oleh beberapa rekan S3 yang berada dalam satu group dengan saya,” ujar Dr. Nanik yang juga staf pengajar di Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

              Dalam proposal yang diajukan ke L'Oreal, penelitian yang ingin Dr. Nanik lakukan merupakan penelitian lanjutan terkait eksplorasi dan pemanfaatan jenis protein yang berbeda untuk tujuan yang sama.

              "Berdasarkan seleksi dewan juri tanggal 25 Agustus, proposal tersebut lolos untuk dipresentasikan pada 26 September yang lalu dan dinyatakan dapat didanai oleh program L'Oreal," tambah wanita kelahiran Sukoharjo 33 tahun lalu ini. Ke depannya, ia akan mengerjakan riset ini dengan melibatkan para mahasiswa. Di saat yang sama, Dr. Nanik juga mengerjakan kelanjutan risetnya ketika postdoc di Jepang. Kelanjutan riset tersebut didanai oleh United Nations University (UNU)-Kirin Fellowship Program sampai dengan pertengahan 2016.

               drh.Fitriya Nur Annisa Dewi, Ph.D

              Senada dengan Dr. Nanik, demikian halnya drh.Fitriya Nur Annisa Dewi, Ph.D. Ia meraih juara pertama dalam penghargaan National Fellowship L'Oreal-UNESCO For Women in Science 2014 kategori Life Science.

              Dr. Fitriya, staf Peneliti, Pusat Studi Satwa Primata - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PSSP LPPM-IPB) ini berhasil menyisihkan banyak peneliti dari seluruh Indonesia.

              Tak pelak, keberhasilannya pun akan diganjar dana bagi penelitian yang berjudul The Potential Cancer-Preventive Effect of Kaempferol from Katuk Leaves (Sauropus androgynus) on The Mammary Gland Epithelial Cells.

              Dalam pelaksanaannya, Fitriya yang lahir pada tanggal 25 Juni 1982 akan berkolaborasi dengan Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si. (SEAFAST Center IPB) dan Dr. drh. Diah Iskandriati (PSSP LPPM IPB).

              L'Oreal-UNESCO National Fellowship Program

              L'Oreal-UNESCO National Fellowship Program for Women in Science, didirikan pada tahun 1998 oleh L'Oreal, bekerjasama dengan Komisi Nasional untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

              Kemudian, tahun 2004 diperbaharui dengan peluncuran program L'Oreal-UNESCO di tingkat internasional. Program ini bertujuan mengakui, menyemangati, dan mendukung kiprah kaum perempuan di bidang sains.

              Kini, program tersebut merupakan program terbesar yang berhasil membuka lapangan kerja dan jaringan ilmiah bagi perempuan peneliti di seluruh dunia. Sampai saat ini lebih dari 1.200 ilmuwan perempuan dari 103 negara yang telah diakui prestasinya dalam bidang penelitian dan telah berhasil mendapatkan manfaat dari program ini. Program ini fokus memberikan penghargaan tahunan bagi para perempuan peneliti yang dibagi dalam tiga kategori, yaitu Life Science dan Material Science, L'Oreal-UNESCO Fellowship International, dan L'Oreal-UNESCO Fellowship Nasional. Sumber : liputan6.com.

              Kamis, 16 Oktober 2014

              Kultur Jaringan, Cara Pembiakan Anggrek Tercepat

               Kultur Jaringan, Cara Pembiakan Anggrek Tercepat - Tidak seperti tanaman bunga lainya yang berkembang biak dan tumbuh dengan cepat, Anggrek mempunyai ciri khas yang berbeda. Bunganya bagus dan dapat bertahan lama sedangkan pertumbuhan dan perkembang biakanya lambat. Inilah yang memacu para ahli di bidang pertanian dan biologi untuk membuat inovasi untuk menjamin ketersediaan bibit, seiring dengan terus meningkatnya pecinta dan permintaan pasar terhadap bunga Anggrek.

              Perkembang biakan tanaman dengan sistem kultur jaringan adalah penerapan teori totipotensisel yang artinya setiap sel pada setiap organ mampu dan berpotensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Secara Teknis kultur jaringan dapat diartikan, suatu teknik perbanyakan tanaman melalui pengisolasian sel bagian tanaman (pada umumnya bagian mata tunas) untuk ditumbuhkan disuatu media buatan  yang telah diberi nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam suatu tempat (botol) tertutup yang tembus cahaya. 

              Kelebihan Kultur Jaringan

              Kelebihan dari kultur jaringan antara lain Anggrek akan tetap mempunyai sifat yang sama dengan induknya, terjaga keseragaman kwalitas bibit serta mampu menyediakan bibit dalam jumlah yang banyak. Kekuranganya tidak setiap petani dapat melakukanya karena diperlukan keterampilan dan pengetahuan serta tempat khusus seperti laboratorium.

              Tahapan-tahapan Kultur Jaringan

              1. Pembuatan Media Tanam
              Media merupakan faktor utama dalam kultur jaringan. Komposisi media yang biasa digunakan terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan harus disterilkan dengan cara dipanaskan


              2. Pemilihn Eksplan/ Inisiasi
              Eksplan adalah potongan bagian tanaman yang dilakukan secara aseptik/steril. Meskipun pada prinsipnya semua jenis sel dapat ditumbuhkan, tetapi sebaiknya dipilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti: daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya.

              3. Sterilisasi
              Sterilisasi adalah kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kulturjaringan juga harus steril.

              4. Multiplikasi
              Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan, kegiatan multiplikasi dilakukan di laminar flow. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.


              5. PengakaranPengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru yang disebabkan jamur atau busuk yang disebabkan bakteri.


              6. Aklimatisasi
              Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng persemaian. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup /penutup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup/penutup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. Sumber : Tempo.co.








              Senin, 13 Oktober 2014

              Analisa Usaha Budidaya Ayam Pedaging Broiler

              Analisa Usaha Budidaya Ayam Pedaging Broiler - Prospek agribisnis budidaya/peternakan ayam pedaging Broiler cukup baik, meskipun pesaing bermunculan setiap waktu tetapi masih belum dapat memenuhi permintaan pasar selalu meningkat. Ditambah lagi adannya program perbaikan gizi serta kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi hewani. Produksi ternak ayam broiler saat ini berkembang dengan pesat dan peluang pasar yang masih terbuka lebar. Untuk cara budidaya/beternak ayam pedaging Broiler, Klik disini

              Dasar Perhitungan Analisa Usaha

              Dasar perhitungan biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh
              dalam analisis ini, antara lain adalah:

              • Jenis ayam yang dipelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari strain CP.707.
              • Sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada kandang model postal
              • Luas tanah yang digunakan yaitu 200 m2 dengan nilai harga sewa tanah dalam 1 ha/tahun adalah Rp 1.000.000,-.
              • Kandang terbuat dari kerangka bambu, lantai tanah, dinding terbuat dari bilah-bilah bambu dengan alas dinding setinggi 30 cm, terbuat dari batu bata yang plester dan atap menggunakan genting.
              • Ukuran kandang, yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m dan lebar bagian tepi kandang 1,5 m.
              • Lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
              • Menggunakan alat pemanas (brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.
              • Penerangan dengan lampu listrik.
              • Umur ayam yaitu dimulai dari bibit yang berumur 1 hari
              • Litter/alas kandang menggunakan sekam padi.
              • Jenis pakan yang diberikan adalah BR-1 untuk anak ayam umur 0-4 minggu dan BR-2 untuk umur 4-6 minggu.
              • Tingkat kematian ayam diasumsikan 6%.
              • Mama masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).
              • Berat rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 kg berat hidup pada saat panen.
              • Harga ayam per kg berat hidup, yaitu diasumsikan Rp 2500,-, walau kisaran harga sampai mencapai Rp 3000,- ditingkat peternak/petani.
              • Ayam dijual pada umur 6 mingu atau 42 hari.
              • Nilai pupuk kandang yaitu Rp 60.000,-.
              • Bunga Bank yaitu 1,5%/bulan
              • Nilai penyusutan kandang diperhitungkan dengan kekuatan masa pakai 6 tahun dan nilai penyusutan peralatan diperhitungkan dengan masa pakai 5 tahun.
              • Perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman dasar,
                karena nilai/harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.

               

              Analisa Usaha Budidaya Ayam Pedaging Broiler

              Adapun rincian biaya produksi dan modal usaha tani adalah sebagai berikut :

              1. Biaya prasarana produksi
              a. Sewa tanah 200 m2 selama 2 bulan Rp. 20.000,-
              b. Kandang ukuran 20 x 5 m
              - Bambu 180 batang @ Rp 1250, Rp. 225.000,-
              - Semen 4 zak @ Rp 7000, Rp. 28.000,-
              - Kapur 30 zak @ Rp 6000, Rp. 18.000,-
              - Genting 2600 bh @ Rp 90, Rp. 234.000,-
              - Paku reng 5 kg @ Rp 2000, Rp. 10.000,-
              - Paku usuk 7000 kg @ Rp 1800, Rp. 12.600,-
              - Batu bata 1000 buah @ Rp 55, Rp. 55.000,-
              - Pasir 1 truk Rp. 230.000,-
              - Tali 28 meter @ Rp 5000, Rp. 14.000,-
              - Tenaga kerja Rp. 400.000,-
              c. Peralatan
              - Tempat pakan 28 bh @ Rp 5000, Rp. 140.000,-
              - Tempat minum 32 bh @ Rp 3880, Rp. 124.000,-
              - Sekop 1 bh Rp. 7.000,-
              - Ember 2 bh @ Rp 2000, Rp. 4.000,-
              - Tong bak air 1 bh Rp. 15.000,-
              - Ciduk 2 bh @ Rp 500, Rp. 1.000,-
              - Tabung gas besar 1 bh Rp. 250.000,-
              - Thermometer 1 bh Rp. 2.000,-
              - Regulator 1 bh Rp. 52.500,-
              - Brooder (gasolec) 1 bh Rp. 15.000,-
              - Tali gantung tmp pakan 120 m @Rp 500,- Rp. 60.000,-
              Jumlah biaya prasarana produksi Rp. 2.052.000,-
               
              2. Biaya sarana produksi
              a. Bibit DOC 1000 bh @ Rp 900,- Rp. 900.000,-
              b. Pakan dan obat-obatan
              - BR-1 31 zak (0-4 minggu) @Rp 36.000, Rp. 1.116.000,-
              - BR-2 34 zak (4-6 mingu) @ Rp 34.000, Rp. 1.156.000,-
              - obat-obatan @ Rp 150,-/ekor Rp. 150.000,-
              c. tenaga kerja pelihara 1,5 bln @ Rp 105.000,- Rp. 157.500,-
              d. Lain-lain Rp. 10.000,-
              - sekam padi alas kandang 1 truk @Rp 60.000,- Rp. 60.000,-
              - karung goni bekas 32 kantong @ Rp 300,- Rp. 2.400,-
              - pemakaian listrik selama 0-6 minggu Rp. 7.000,-
              - pemakaian gas Rp. 35.000,-
              Jumlah biaya produksi Rp. 3.583.900,-
               

              3. Biaya produksi
              a. Sewa tanah 200 m2 selama 2 bulan Rp. 20.000,-
              b. Nilai susut prasarana produksi/2 bln
              - kandang Rp. 51.109,-
              - Peralatan Rp 805.660,- : 30 Rp. 26.856,-
              c. Bibit DOC 1000 ekor Rp. 900.000,-
              d. Pakan dan obat-obatan Rp. 2.422.000,-
              e. Tenaga kerja Rp. 157.500,-
              f. lain-lain Rp. 104.400,-
              g. Bunga modal 1,5% per bulan Rp. 84.543,-
              h. Bulan modal 1,5 bulan Rp. 126.815,-
              Jumlah biaya produksi Rp. 3.808.680,-
               

              4. Pendapatan
              a. Total produksi 1000X94%X1,75 kg X Rp 2500,- Rp. 4.112.500,-
              b. Nilai Pupuk kandang Rp. 60.000,-
              c. Jumlah pendapatan Rp. 4.172.500,-
              d. Keuntungan Rp. 363.820,-
               

              5. Parameter kelayakan usaha
              a. BEP Volume Produksi = 870 ekor
              b. BEP Harga Produksi Rp. 3.316.000,-
              c. B/C Ratio = 1,09
              d. ROI = 6,45 %
              e. Rasio keuntungan terhadap pendapatan = 8,71 %
              f. Tingkat pengembalian modal = 2,6 th.


              Sumber : Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

              Sabtu, 11 Oktober 2014

              Cara Budidaya/Beternak Ayam Pedaging / Ayam Broiler

              Ayam ras pedaging di sebut juga ayam Broiler populer di Indonesia sejak tahun 1980-an, hasil persilangan dari ayam memiliki daya produktifitas yang tinggi. Petani atau peternak lebih menyukai ayam ras ini dikarenakan waktu pemeliharaanya yang relatif singkat yaitu antara 5- 6 minggu saja sudah dapat di panen. Sehingga beternak ayam ras Broiler adalah salah satu model agribisnis yang banyak di minati. berikut ini sara budidaya ayam ras pedaging atau ayam Broiler : 




              1. Persiapan Kandang

              Kandang yang baik untuk usaha ternak ayam ras harus memenuhi beberapa syarat, yaitu meliputi:
              • Temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C, 
              • Kelembaban berkisar antara 60-70%, 
              • Penerangan/pemanasan kandang untuk menghangatkan ayam, 
              • Tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang, 
              • Untuk kontruksi kandang bisa menggunakan bambu, kayu atau bahanlainya, yang penting kuat, bersih dan tahan lama.
              Sedangkan peralatan penunjang lainnya yang diperlukan dalam pemeliharaan ayam broiler yaitu
              • Alas Lantai. Alas lantai harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal alas lantai kurang lebih 10 cm, yaitu dengan menggunakan campuran kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau bisa juga serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm.
              • Indukan atau brooder. Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan jangkauan 1-3m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
              • Tempat bertengger (bila perlu). Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin 
              • Tempat makan, minum dan tempat grit. Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat.
                Alat-alat penunjang lainya seperti, suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain. 

               

              2. Pemilihan Bibit Ayam

               Dalam pemilihan bibit ayam ras briler yang harus di perhatikan adalah :
              • Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
              • Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
              • Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
              • Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
              • Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
              • Tidak ada kotoran di sekitar duburnya.

              3. Pemeliharaan Ayam Ras Broiler

              a. Pemberian Pakan dan Minuman
              Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).
              • Fase Starter adalah sebagai berikut: kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. Sedangkan kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.
              • Fase finisher adalah sebagai berikut: kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal. Sedangkan kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu ke-6 (umur37-43 hari) 129 gram/hari/ekor, minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.adi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829gram.
              Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
              • Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertamahendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
              • Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
              b. Pemeliharaan Kandang
              Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada area peternakan merupakan  usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.

              4. Hama dan Penyakit Ayam Ras Broiler

               a. Penyakit Yang Sering Timbul
              • Berak darah (Coccidiosis). Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi,
                bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga alas lantai tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.
              • Tetelo (NCD/New Casstle Diseae). Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai  sekarang belum ada obatnya.
              b. Hama 
              • Tungau (kutu). Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu
                karena gatal, nafsu makan turun, pucat dan kurus. Pengendalian: (1) sanitasi lingkungan kandang ayam yang baik; pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat; (2) dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black leaf 40.
              • Tikus. Pengendalian tikus dapat di cegah dengan pemberian umpan racun dan perangkap/jerat tikus berupa kandang dari kawat yang diberi umpan makanan kesukaan tikus, seperti ikan asin, roti kering dan lainya.

              5. Panen

              Pemanenan hasil budidaya/ peternakan ayam ras broiler dapat dilakukan setelah berat badannya minimal mencapai 1,5  kg atau sekitar umur 40-45 hari. Sumber : Menristek, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek

              Baca Juga : Analisa Usaha Budidaya Ayam Pedaging Broiler