Kamis, 17 Desember 2015

Cara Pengandalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Vanili

Pengandalian Hama Dan Penyakit Tanaman Vanili - Hama dan penyakit tanaman seringkali timbul dalam proses budidaya tanaman. Dimana akibatnya akan mengurangi hasil produksi pertanian atau bahkan menemui gagal total. Begitu juga dalam proses budidaya tanaman vanili, beberpa jenis hama dan penyakit dapat saja timbul secara tiba tiba.

Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang hama dan penyakit yang sering menyerang khususnya tanaman vanili serta cara pengendaliannya. Jika dapat melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan baik harapnnya adalah produktivitas tanaman vanili akan tinggi dan berkwalitas baik.  Yang pada akhirnya akan mendatangkan keuntungan yang besar pada akhir budidaya.

cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman vanili

Berikut ini adalah beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman vanili serta pengendaliannya: 

1.Hama Bekicot
    Hama beicot biasanya menyerang dan merusak batang, bunga dan buah. Aktifitasnya dilakukan pada malam hari.
    Pengendalian: secara manual dengan mengambil dan mengumpulkan bekicot satu persatu kemudian dibakar sekaligus dalam satu lubang. 

2. Hama Belalang
   Belalang ini umumnya merusak/memakan daun muda dan batang panili. Pengendaliannya dapat menggunakan pestisida yang dianjurkan

3. Hama Penggerek Batang
     hama penggerek batang berupa dimana larva hama ini merusak/menggerek batang tanaman panili yang menyebabkan tanaman panili lambat laun layu dan mati. Pengendaliannya dapat menggunakan pestisida yang dianjurkan

4. Hama Ulat Bulu
  Ulat bulu biasanya merusak bagian pucuk, daun, batang dan bunga. Pengendaliannya dapat menggunakan pestisida yang dianjurkan

5. Penyakit Busuk Akar
     Gejala yang timbul antara lain akar hitam, tanaman menjadi kecoklat-coklatan dan akhirnya mati; biasanya terjadi pada saat produksi tertinggi pertama kali tercapai.
    Pengendalian: menjaga kesuburan tanah dengan pemupukan, pemberian kapur secukupnya, dan mengatur kelembaban ,

6. Penyakit Busuk Batang
     Busuk batang disebabkan oleh jamur Fusarium batatatis yang memperlihatkan gejala: pada batang terjadi bercak-bercak berwarna hitam yang akan meluas dan melingkar dengan cepat. Batang terserang akan keriput, berwarna coklat dan akhirnya kering.
     Pengendalian: mengurangi kelembaban dan drainase yang baik,

7. Penyakit Busuk Buah
     Busuk buah biasanya ditemukan pada buah panili muda dengan menimbulkan gejala: muncul bila menyerang pangkal buah muda sehingga banyak buah yang berguguran dan bila menyerang tengah buah akan hitam, kering selanjutnya mati

8. Penyakit Busuk Pangkal Batang
     Ini disebabkan oleh adanya jamur Sclerotium sp. Dengan gejala: pangkal batang tampak berwarna coklat dan kebasah-basahan, bagian tanaman yang diserang dan tanah sekitar terdapat misellium jamur berwarna putih seperti bulu dengan banyak sclerotium warna coklat.
     Pengendalian: gunakan bibit bebas busuk pangkal batang dan disebut fungisida yang dianjurkan. 

8. Penyakit Bercak Coklat Pada Buah
     Barcak coklat pada buah vanili disebabkan oleh cendawan Phytophthora sp. dan menyerang buah panili yang hampir masak. Adapun gejala yang timbul yakni: bercak-bercak coklat tua dan akhirnya busuk.
     Pengendalian:  segera petik buah terserang kemudian membakarnya; dan penyemprotan dengan insektisida yang dianjurkan

9. Penyakit Bercak Coklat Pada Batang
     Bercak kecoklatan pada batang umumnya timbul akibat serangan cendawan Nectriavanilla, zimm dengan gejala: batang tampak bercak coklat yang lama-kelamaan menghitam dan melingkar ruas dan mati. Pengendalian: potong dan bakar batang yang terserang. 

10.Penyakit Antraknosa
     Penyakit ini disebabkan adanya jamur Calospora vanillae, Mass. yang memperlihatkan gejala : batang, daun, buah berwarna coklat muda kekuningan tampak licin dan terlihat jelas bagian terserang dan tidak.
    Pengendalian: Potong dan bakar bagian terserang, atur kelembaban dan drainase. 

11. Penyakit Karat merah
    Karat merahpada daun disebabkan oleh Ganggang Cephaleuros heningsii, Schm. Gejala yang  timbul akibat serangan penyakit ini adalah : bercak pada daun dan terus meluas hingga daun      kering selanjutnya mati.
    Pengendalian: Singkirkan bagian terserang dan atur kelembaban kebun dengan pemangkasan  pohon pelindung. 

12. Penyakit Pasca Panen
     Penyakit yang sering timbul pada pasca panen yaitu adanya jamur. Jamur atau cendawan yang  biasanya menyerang pada buah vanili setelah dipanen antara lain : jamur Aspergillus, Penicillium,  Rhizopus, sp dan Sclerotium, sp.
     Pengendalian: penanganan pasca panen yang baik. 

Baca juga Artikel : 


Rabu, 16 Desember 2015

Cara Budidaya Tanaman Vanili

Cara Budidaya Tanaman Vanili - Salah satu hasil produksi pertanian yang bernilai tinggi adalah vanili. Sehingga tidak heran jika vanili disebut juga sebagai “Emas Hijau”. Permintaan pasar akan komodite pertanian yang satu ini terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya produk industri khususnya olahan makanan yang menggunakan vanili

cara budidaya vanili
Pangsa pasar vanili masih terbuka lebar dan harganya pun cukup menggiurkan. Hal ini dikarenakan kompetitor pembudidaya tanaman vanili tidak banyak. Tanaman Vanili ini dapat hidup di iklim tropis dengan curah hujan 1000-3000 mm/tahun, cahaya matahari + 30%-50%, suhu udara optimal 200C-250C, kelembaban udara sekitar 60%-80%, ketinggian tempat 300-800 m dpl. Tanah gembur, ringan yaitu tipe tanah lempung berpasir (sandy loam) dan lempung berpasir kerikil (gravelly sandy loam), mudah menyerap air, pH tanah + 5,7 – 7. Untuk mengetahui karakter tanaman vanili lebih detail dapat dibaca artikel : Mengenal Tanaman Vanili



Adapun tahapan tahapan budidaya vanili adalah sebagai berikut :

1.Persiapan Lahan dan Tanaman Pelindung

Vanili adalah jenis tanaman epipit yang tumbuh merambat dan tidak bisa berdidri tegak. Untuk itu dalam budidaya tanaman vanili yang harus dipersiapkan pertama kali adalah menyiapkan lahan dengan di tanami tanaman pelindung, contohnya tanaman lamtoro. Lamtoro dipilih sebagai tanaman pelindung atau tempat merambat karena daunnya yang tidak banyak sehingga masih dapat ditembus sinar matahari. persiapan ini dilakukan 1 hingga 1.5 tahun sebelum vanili di tanam. Jarak tanam tanaman pelindung yaitu 1-1,5m.

Namun demikian seiring dengan perkembangan jaman banyak yang melakukan inovasi dan modifikasi. Begitu juga yang terjadi pada budidaya tanaman vanili ini. Ada juga yang membuat inovasi, penanaman vanili dilakukan dengan sisitem tanam padat pada sebuah green hause sederhana yang ditutup para. Tanaman pelindung/perambat di ganti dengan batang bambu atau tali kawat, seperti terlihat gambar dibawah ini. 

cara budidaya tanaman vanili

2. Penyemain Bibit Tanaman Vanili

Tahapan berikutnya adalah menyiapkan bibit tanaman vanili, sambil menunggu lahan siap untuk di tanami. Bibit vanili dapat diperoleh dari :

a. Bibit Generatif

Bibit generatif adalah bibit yang berasal dari biji buah vanili. Bibit dapat dipilih dari jenis vanili yang bernilai ekonomi yaitu Vanilla planifolia Andrews, Vanilla tahitensis JW.Moore,dan Vanilla pompana. Ciri bibit generatif yang baik adalah : tulen, punya sifat yang hampir sama dengan induknya, biji tidak tercampur dengan yang berkualitas jelek, dalam kondisi segar dan sehat.

b. Bibit vegetatif 

Bibit vegetatif adalah hasil stek dari tanaman induk sehat dan cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat, tanaman induk belum atau jangan sampai berbuah mempercepat perakaran stek dapat direndam HORMONIK (1-2 cc/liter) kemudian dibiarkan agak layu baru ditanam.

c. Bibit dengan kulture jaringan 

Kultur jaringan adalah pembuatan bibit dengan sistem pembelahan sel, yang dapat dilakukan oleh tenaga ahli terlatih di dalam laboratorium.

Setelah bibit atau benih diperoleh maka lakukan penyemaian. Penyemaian dapat dilakukan pada tanah berpasir supaya akar mudah tumbuh, dan tempat penyemaian harus teduh. Selain itu, juga perlu pemeliharaan pembibitan/penyemaian dengan melakukan penyiraman setiap hari, tidak boleh terlalu basah. Bibit yang jelek disingkirkan. Proses selanjutnya adalah pemindahan bibit ke lapangan tergantung asal bibit, yaitu bibit stek sekitar umur 1-2 bulan, bibit biji sampai tumbuh minimal 10 cm. 

3. Penanaman Bibit Vanili

Penanaman di tengah bedengan dengan pola tanam monokultur. Buatlah lubang tanam dekat tanaman pelindung berukuran panjang, lebar dan dalam antara 20x15x10 cm.Tanam stek dengan cara memasukkan 3 ruas seluruhnya ke dalam lubang secara mendatar agar akar tumbuh cepat dan sempurna. Kemudian tutup dengan tanah galian yang dicampur dengan pupuk kandang.

Stek bibit bagian atas yang tidak terbenam dalam tanah diikat pada pohon pelindung dengan ikatan longgar. Waktu tanam stek bibit yang baik pada awal musim hujan. Sedangkan stek yang akan ditanam sebaiknya dibiarkan / dilayukan terlebih dahulu selama 4 - 7 hari

4. Pemeliharaan Tanaman Vanili

Tahapan pemeliharaan tanaman vanili untuk mencapi hasil yang terbaik adalah sebagai berikut :

a. Penyulaman 

Lakukan pengecekan setelah umur 2-3 minggu setelah tanam, apabila ada stek yang tumbuh kurang baik, segera disulam. 

 b. Penyiangan gulma dan Penggemburan tanah

Penyiangan gulma dilakukan sebulan sekali sesudah penanaman untuk membersihkan gulma atau rumput liar yang mengganggu pertumbuhan vanili agar tidak tumbuh kerdil. Penggemburan tanah dilakukan bersamaan dengan penyiangan gulma tujuannya untuk menjaga bedengan tetap rapi dan tanah tetap gembur agar air mudah terserap. 

Selain itu dapat juga diberikan mulsa sebagai penutup tanah. Bahan mulsa dapat diambil dari hasil pemangkasan pohon pelindung, atau bisa juga serbuk gergaji yang diletakkan di atas permukaan tanah dekat pohon panili. 

c. Pemangkasan Batang vanili

Ada tiga jenis Pemankasan tanaman vanili yaitu :
- pemangkasan untuk membentuk tanaman sehingga tanaman kuat dan seimbang,
- pemangkasan produksi, untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah yaitu memotong pucuk sepanjang 10-15 cm menjelang musim berbunga.
- pemangkasan peremajaan, memotong cabang-cabang yang sudah pernah berbuah dan cabang-cabang yang sakit. 

d. Pemupukan

Tebarkan pupuk makro di sekitar pohon dan timbun dengan tanah karena sistem perakaran vanili cukup dangkal. Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun adalah Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCl 14 kg, CaCO3 5 - 10 kg, MgSO4 H2O 2,5 - 5 kg/ha/tahun dan pupuk kandang 10-20 kg/pohon/tahun. Pemupukan diberikan setahun sekali

e. Pengairan / Penyiraman

Tanaman vanili tidak tahan terhadap kekeringan sehingga pada musim kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah. 

f. Perambatan

Sistem pagar sulur-sulur, tanaman panili dibiarkan menjalar pada pagar yang telah dipasang secara horisontal. Pagar tempat menjalarnya panili dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. 
Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman panili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.

 g. Pemangkasan Pohon Pelindung 

Pemangkasan cabang pohon pelindung yang sudah tumbuh lebat dilakukan untuk mempertahankan agar tidak terlalu teduh, mempermudah sistem sirkulasi dan mengatur intensitas sinar matahari. 

h. Pembungaan dan Penyerbukan

Vanili berbunga setelah berumur 1,5-3 tahun, bunga yang muncul berupa dompolan dan akan mekar satu bunga secara bergantian. Mekarnya bunga hanya berlangsung 12 jam, yaitu mulai pukul 24:00 sampai menjelang tengah hari, sesudah itu bunga mulai layu dan mati. Oleh karena itu penyerbukan bunga dilakukan sekitar pukul 08:00 sampai 10:00.

cara penyerbukan bunga vanili


Penyerbukan buatan pada prinsipnya adalah mengangkat/memotong bibir (rostellum) yang membatasi serbuk sari  dan kepala putik, kemudian serbuk sari ditekan ke kepala putik untuk dilakukan penyerbukan. adapun caranya sebagai berikut :
- Siapkan lidi atau bambu sepanjang 10cm
- Pegang bunga dengan tangan kiri, hingga bagian tangkai putik dan benang sari bersandar pada jari telunjuk
- Tangan kanan dengan bantuan lidi mengangkat rostellum yang menghalangi putik dan kepala sari, kemudian kepala sari di lekukan kearah kepala putik sehingga keduanya menempel atau terjadi penyerbukan.

5. Pengandalian Hama Dan Penyakit


Hama dan penyakit tanaman seringkali muncul dan menghambat proses budidaya tanaman. Termasuk tanaman vanili, beberpa jenis hamadan penyakit sering timbul sehingga  mengganggu produktivitas tanaman vanili. Tentunya hal ini tidak bisa di biarkan. Bila hama dan penyakit ini dibiarkan tidak ada upaya pengendalian, maka budidaya tanaman vanili akan merugi. 
Selengkapnya dapat dibaca pada artikel : Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Vanili

6. Pemanenan dan Pasca Panen

Proses pemanenan untuk tanaman panili yakni pada umur 240 hari (8 bulan) stelah penyerbukan akan menghasilkan panili kering dengan kadar vanillin yang tinggi, kadar abu terendah, rendemen tertinggi dan kadar air yang aman. Adapun ciri-ciri vanili siap dipanen yaitu warna berubah dari hijau tua mengkilap menjadi hijau muda suram dengan garis-garis kecil warna kuning yang lambat laun melebar sampai ujung buah. Musim panen antara bulan Mei sampai Juli, sekitar 2 - 3 bulan 

cara budidaya tanaman vanili

Cara panen yang terbaik adalah memetik satu-persatu buah masak tanpa mengganggu buah lain dalam satu tandan yang masih mentah untuk menjaga mutu vanili. Buah dikumpulkan dalam keranjang bambu dan dijaga agar buah tidak terluka atau cacat dan sortir berdasar ukuran, bentuk, tingkat kemasakan dan buah yang cacat >20 cm 

Proses selanjutnya adalah melakukan pelayuan untuk menghentikan proses respirasi yang terjadi dalam buah, mematikan sel-sel buah panili tanpa mengurangi aktifitas dan kadar enzim dalam buah. Proses pelayuan dengan menggunakan alat perebus yang diisi air ¾ bagian dengan suhu antara 65-950 C. Lakukan pemeraman dalam kotak khusus yang lengkap dengan tutup dan karung goni sebagai alasnya, utuk pembentukan aroma selama + 48 jam .

Kemudian lakukan pengeringan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, dioven dan diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air hingga 25-30 % .Proses terakhir pasca panen yakni menempatkan buah panili kering dalam kotak yang dalamnya telah dilapisi kertas koran/karung plastik tipis dan simpan pada suhu kamar, siap dikirim dan dijual.


Senin, 14 Desember 2015

Mengenal Tanaman Vanili

Mengenal Tanaman Vanili - Vanili banyak digunakan pada industri mkanan sebagai penyedap rasa. Harganya komoditas pertanian ini cukup mahal, sehingga vanili disebut juga emas hijau. Dapat dimaklumi jika harganya mahal karena masih jarang yang membudidayaknnya dan proses pascapanennya pun lebih rumit dibandingkan dengan komoditas yang lain. Vanili diperjual belikan dalam bentuk bubuk vanili/vanila, yang dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong.


mengenal tanaman vanili

 Sejarah Asal Usul Tanaman Vanili


Genus Vanilli memiliki penyebaran yang sangat luas, hampir terdapat di seluruh dunia, baik itu di wilayah tropis dan sub tropis, mulai dari wilayah tropis Amerika hingga tropis Asia, New Guinea dan Afrika Barat.

Dalam sejarahnya, tanaman vanili pertama kali ditemukan bangsa Aztec, di hutan Mexico sekitar tahun 1530. Penduduk asli Meksiko memang telah lama mengenal buah vanili kering untuk dijadikan penyegar minuman coklat.  Tetapi vanili baru menjejak Eropa sekitar tahun 1721. Vanili akhirnya menyebar ke berbagai negara,

Tanaman vanili masuk Indonesia dibawa bangsa Belanda sekitar tahun 1819. Tujuan awalnya tanaman vanili di tanam di Kebun Raya Bogor untuk memperkaya koleksi taman Botani yang digagas Prof.Dr. Reinwadt. Baru sekitar tahun 1864 vanili menyebrang ke Temanggung, Jawa Tengah. Selanjutnya tanaman tersebut menyebar ke beberapa wilayah seperti Bali, Jateng, Jatim, Sumut, Sumsel, Sulsel, Sulteng, NTB, NTT dan Papua. Sekitar tahun 1960 sampai 1970, pulau Jawa mejadi daerah terpesat dalam proses prkembangan tanaman vanili. Hal ini memunculkan banyak sentra tanaman vanili yang memungkinkan komoditi ini diekspor. Sehingga wajar jika vanili Indonesia lebih dikenal dengan nama "Java Vanilla Beans".

Beberapa jenis yang terkenal dari genus Vanilli  seperti Vanilla planifoliaVanilla pompona danVanilla garneri. Jenis Vanilla planifolia paling banyak ditemukan di Indonesia. Jenis Vanilla Planifolia ini juga dikenal dengan nama komersial yaitu Madagascar Bourbon Vanilla. Selain itu ada pula Vanilla tahitiensis, dikenal dengan nama Vanilla Tahiti. Jenis vanilla ini banyak ditanam di negara Papua Nugini, diduga jenis vanilla ini muncul dikarenakan mutasi yang terjadi secara spontan di alam Papua ketika Vanilla jenis Planifolia ditanam di sana, sedangkan Vanilla pompona sendiri adalah lebih banyak dibudidayakan di wilayah Karabia.

Varietas Unggul tanaman Vanili


Tanaman Vanilla masih tergolong dalam kerabat Anggrek (Orchidaceae), tumbuh dengan cara merambat dan hidup secara semi epifit. Jenis tanaman vanili dunia saat ini terdapat lebih dari 110 jenis. Namun tidak semua jenis tanaman vanili memiliki nilai komersial untuk produksi buahnya. Hingga kini hanya 3 jenis tanaman vanili varietas unggul yang dapat dimanfaatkan produksi buahnya, yaitu sebagai berikut:
1.      Vanilla planifolia Anddrews, merupakan vanili yang terbaik dan paling banyak ditanam di dunia.
2.      Vanilla tahitensis JW. Moore. Merupakan jenis terkecil. Banyak terdapat di Tahiti dan Karibia.
3.      Vanilla pompana Schiede. Banyak terdapat di Amerika Tengah, Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Habitat Tanaman Vanili


Anggrek yang termasuk genus vanili ini hidup subur di kawasan iklim yang lembab dan panas dengan suhu 70° hingga 90°F dan hujan tahunan lebih kurang 100 inci. Tanaman Vanilli akan tumbuh secara optimal pada ketinggian 400 sampai 600 m dari permukaaan laut, memerlukan kelembaban dan penyiraman yang cukup. Tanaman vanili yang kekeringan akan terhambat pertumbuhannya dan menyebabkannya rentan mengalami gagal panen. Namun, ia dapat hidup pada kondisi ketersediaan air yang  diperoleh dari hujan, tetesan, embun, atau uap air di udara.
Jenis anggrek tidak ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif. Anggrek menyukai cahaya matahari tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan di alam sebagai tumbuhan yang merambat pada batang- batang pohon atau di bawah naungan.

 Klasifikasi Tanaman Vanili


Klasifikasi tanaman vanili planifolia adalah sebagai berikut :
- Kingdom         : Plantae
- Divisi               : Magnoliophyta
- Kelas               : Liliopsid
- Ordo                : Aspargales
- Family             : Orchidacheae
- Sub family       : Vanilloideae
- Tribe                : Vanilleae
- Sub tribe          : vanillinae
- Genus              : Vanilla
- Spesies            : Vanilla planifolia

Morfologi Tanaman Vanili


Struktur luar bagian tumbuhan vanillaplanifolia menyerupai struktur morfologi anggrek lain dengan daun dan batang berdaging, tak berkayu, dan perakaran yang serabut, serta bentuk buah panjang. Namun demikian, Vanilla planifolia  memiliki karakteristik lain yang membedakan dari jenis anggrek lain yakni aroma khas yang harum dan struktur reproduksi tumbuhan yang berumah dua dan membutuhkan bantuan perantara untuk melakukan penyerbukan.

1. Bunga Vanili (Flos)
bunga vaniliRangkaian bunga vanili adalah bunga tandan yang terdiri dari 15 -20 bunga. Bunga keluar dari ketiak daun bagian pucuk batang, berwarna hijau pucat dan berbau agak harum dengan ukuran sekitar 6 cm. Keistimewaan dari bunga vanili yaitu kepala putiknya berisi cairan perekat. Bila tepung sari diletakkan disana akan segera menempel dan terjadilah pembuahan. Bunga vanili yang telah mekar hanya dapat bertahan selama satu hari. Jika bunga yang mekar tidak segera dibuahi, maka bunga akan layu kemudian rontok. 


2. Buah Vanili (Fructus)
buah vaniliVanilla Planifolia merupakan jenis tanaman vanili yang memproduksi kualitas buah terbaik, kuantitas buah terbanyak, bentuk polong buah besar dan memiliki kadar vanillin tinggi apabila teknik pengolahan buah hijau dilakukan dengan benar. Buah vanili memiliki struktur panjang dan berbentuk seperti pisang namun lebih kecil diameternya. Warna buah vanili mula-mula hijau muda, kemudian hijau tua disertai dengan garis-garis kuning menjelang masak. Setelah buah mencapai perkembangan maksimal sekitar 5 sampai 6 bulan buah akan masak dan berwarna coklat tua. Jika dibiarkan masak di pohon, buah akan pecah menjadi 2 bagian dan menyebarkan aroma vanili.


3. Daun vanili (Folium)
morfologi tanaman vanili
Daun Vanili merupakan daun tunggal. Terletak berselang seling pada masing-masing buku. Warnanya hijau terang, berbentuk pipih, berdaging, bulat telur, jorong atau lanset dengan ujung lancip dan tulang daun sejajar.

4. Akar vanili (Radix)
Sistem perakaran pada tanaman vanili tidak memiliki sistem perakaran tunggang, karena vanili termasuk ke dalam tumbuhan monokotil. Pada tiap ruas batang vanilli, tumbuh dua jenis akar, dimana yang satu berfungsi untuk melekat pada tanaman penegak yang disebut sulur dahan, sedang akar yang lainnya merupakaan akar yang menggantung diudara yang berfungsi sebagai penyerap unsur hara dalam tanah jika akar tersebut telah menyentuh tanah.

5. Batang vanili (Caulis)

Batang tanaman vanili kira-kira sebesar jari, berwarna hijau, agak lunak, beruas dan berbuku. Tumbuh melekat pada pohon atau tonggak yang telah disediakan. Batang tanaman vanili mampu tumbuh memanjang mencapai 100 meter dan memiliki ruas- ruas yang panjang rata- ratanya sekitas 15cm. Tiap ruas akan menghasilkan cabang baru apabila dilakukan pemangkasan.

Baca juga artikel terkait :

Cara Budidaya Ikan Sidat Terlengkap

Cara Budidaya Ikan Sidat TerlengkapTernyata masyarakat Indonesia khususnya teman teman saya (penulis) belum banyak yang mengetahui tentang ikan sidat. Yang mereka tahu sidat sama dengan belut, belut yang sudah tumbuh manjadi besar. Jika anda belum juga mengetahui tantang ikan sidat, pada edisi yang lalu telah di kupas tuntas tentang ikan sidat yaitu pada artikel : Mengenal Jenis dan Karakter Ikan Sidat

cara budidaya ikan sidat terlengkap

Tetapi lain halnya di negara Jepang, Macau, Taiwan, China dan Hongkong, mereka telah mengenal Ikan Sidat bahkan ikan tersebut merupakan ikan yang banyak digemari dan menjadi makanan mewah para raja atau pejabat. Harga ikan s idat sangatlah fantastis, apalagi masakan Ikan sidat di restoran Jepang bisa mencapai 400 ribu satu porsi. Wajar jika mereka menyukai karena selain mempunyai cirasa yang khas juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Inilah peluang usaha agribisnis atau budidaya ikan sidat yang sangat bagus untuk di kembangkan.

Menurut data BPPT setiap tahunnya Jepang membutuhkan 150 ribu ton dari 250 ribu ton kebutuhan Ikan sidat dunia, padahal produksi negara sakura itu hanya 21 ribu ton per tahun. Data ini menunjukkan peluang usaha eksport ikan sidat yang masih terbuka lebar. Baca juga artikel : Peluang Usaha Agribisnis Ikan Sidat sangat Menggiurkan 

 Tahapan Budidaya Ikan Sidat


Pada dasarnya budidaya ikan sidat adalah pemeliharaan secara intensif dengan tujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ikan sidat. Karena sampai saat ini belum ada rekayasa teknologi pembenihan ikan sidat. Sehingga stok benih ikan sidat  masih harus mengandalkan hasil tangkapan dari alam.

Adapun tahapan tahapan budidaya ikan sidat adalah sebagai berikut :

1. Pembuatan Kolam Pemeliharan Ikan Sidat

Jenis kolam yang dapat di gunakan untuk pemeliharaan ikan sidat dapat menggunakan kolam beton atau kolam berbahan terpal. Jika kolam pemeliharaan yang digunakan adalah bak beton dengan dimensi 2 x 5 x 1,8 m3 dengan air media yang digunakan hanya 5 m3. Bak pemeliharaan dilengkapi dengan sistem aerasi sedang, sistem air mengalir.

Air yang di gunakan sebagai media pemeliharaan sebaiknya berasal dari tandon air sumur artesis yang dialirkan memalui paralon ke dalam bak pemeliharaan. Volume pergantiian air sebanyak 300 % per hari. Pada bagian atas bak ditutupi oleh terpal untuk menjaga suhu air pada kisaran 29 - 31 derajat Celcius .

benih ikan sidat
Glass eel (benih ikan sidat)

2. Persiapan Bibit Ikan Sidat

Bibit atau benih Ikan sidat di sebut juga glass eel, bentuknya kecil memanjang dengan warna tubuh transparan. Pada tahap persiapan bibit ikan sidat ini adalah masa yang rawan karena memerlukan perhatian yang extra agar tidak menemui kegagalan. Persiapan ini di bagi menjadi dua tahap yaitu

a. Tahap Pendederan I
Tahap pendederan I merupakan tahap pengenalan dan sekaligus adaptasi awal benih ikan sidat dari alam supaya dapat dipelihara dalam ekosistem buatan dan pakan yang homogen atau pakan buatan. Pemeliharan pada tahap ini bertujuan untuk memelihara glass ell sampai menjadi benih ikan sidat berukuran elver. 

Glass eel yang dipelihara umumnya dari jenis Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata. Glass ell untuk jenis Anguilla bicolor berasal dari pantai selatan Jawa sedangkan Anguilla marmorata berasal dari Poso Sulawesi Tengah dan Tatelu. Berat glass ell yang ditebar berukuran 0,17 gr/ekor dengan kepadatan untuk setiap tempat pemeliharaan 6 ekor / liter air. 

Penebaran glass ell dilakukan sesegera mungkin setelah glass ell diterima di tempat pemeliharaan. Dirsarankan untuk melakukan transportasi pada malam hari untuk mengurangi stress oleh tingginya suhu lingkungan selama transportasi apabila dilakukan pada siang hari. Sebelum ditebar ke dalam tempat pemeliharaan glass ell harus diaklimatisasi terlebih dahulu.. Perlakuan tersebut bisa dilakukan dengan cara menempatkan plastik packing sehingga mengapung di atas air media pemeliharaan.

b. Tahap Pendederan II 
Setelah glass eel melewati tahap pendederan I maka benih ikan sidat akan berkembang menjadi ukuran elver. Benih ukuran elver kemudian masuk pada tahap pendederan II. Yang mana pada tahap ini merupakan tahap persiapan untuk menghasilkan sidat ukuran fingerling (10 gr/ekor) dan selanjutnya siap di pelihara pada tahapan pembesaran.

3. Pembesaran Ikan Sidat

Tahapan terakhir dari kegiatan budidaya ini adalah pembesaran. Tahapan pembesaran bertujuan untuk memperoleh ikan sidat ukuran konsumsi (> 200 gr/ekor).

Waktu yang diperlukan di dalam budidaya ikan sidat tergantung ukuran benih yang ditabur. Untuk benih ukuran 200 gram untuk menghasilkan panen ukuran > 500 gram memerlukan waktu maksimal lima bulan.

Produktifitas ikan sidat tergolong bagus. Untuk satu ton benih, diperkirakan bisa menghasilkan 5 ton ikan sidat. Semakin lama banyak orang mengetahui, maka semakin banyak investor yang berkeinginan membudidayakan ikan sidat, sebab, budidaya ikan sidat dipastikan menguntungkan. Ayo...tunggu apalagi, mari kita budidaya ikan sidat.

Sabtu, 12 Desember 2015

Peluang Usaha Agribisnis Ikan Sidat

Peluang Usaha Agribisnis Ikan Sidat – Ikan Sidat salah satu komoditas hasil budidaya perikanan yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, bahkan bisa di bilang melebihi komoditas perikanan lainnya.Pangsa pasar ikan sidat sangat terbuka lebar baik pasar domestik maupun pasar luar negri atau export. Negara-negara tujuan export ikan sidat antara lain : negara negara di kawasan asia seperti Jepang, Taiwan, Korea, China, Negara negara Eropa dan Amerika.

peluang usaha agribisnis ikan sidat
Ikan Sidat Raksasa

Pada Saat ini di Jepang, ikan sidat digolongkan sebagai binatang langka. Kementerian lingkungan Hidup Jepang telah mengindikasikan sepesies ikan sidat telah mengalami penurunan hingga 90%. Bahkan pada tahun 2011 lalu media lokal Jepang, Yomiuri Shimbun melaporkan ikan sidat telah masuk dalam red listatau daftar merah sepesies yang harus dilindungi oleh pemerintah Jepang.

Keadaan seharusnya menjadi kesempatan atau peluang yang sangat bagus untuk mengembangkan usaha agribisnis atau budidaya ikan sidat. Karena di Indonesia sendiri ketersediaan ikan sidat masih melimpah. Para pengusaha asing pengkonsumsi ikan sidat sudah dapat dipastikan akan mencari komoditas tersebut ke Indonesia.

Peluang Usaha Agribisnis Ikan Sidat Di Indonesia

Negara kita Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar untuk mengembangkan agribisnis perikanan, khususnya untuk budidaya ikan sidat. Hal tersebut di dukung oleh beberapa faktor anata lain :

1. Ketersediaan bibit iakan sidat atau glass eel, masih melimpah ruah di berbagai wilayah Indonesia. terutama untuk jenis Anguilla marmorata dan Anguilla bicolor. Hal ini bertolak belakang dengan keadaan yang terjadi di negara importir seperti Jepang. Di Jepang ikan sidat jenis Anguilla japonica, jenis sidat asli Jepang sudah diambang kepunahan karena adanya penangkapan yang tidak terkendali.

2. Kompetitor dari negara lain dalam hal eksport sidat hampir dikatakan tidak ada. Di kawasan ASEAN sendiri tidak ada negara lain selain Indonesia yang mampu memproduksi sidat dengan kwalitas baik. Jika ada kompetitor hanyalah dari Madagaskar, Mauritania, Afrika Selatan, dan beberapa negara Afrika lainnya yang jaraknya lebih jauh dari negara importir sehingga mempengaruhi biaya pengiriman. Hal ini tentunya membuat permintaan dari negara Asia Timur lari ke Indonesia yang secara geografis lebih dekat dan biaya peniriman lebih murah.

3. Salah satu jenis sidat yang ada di Indonesia yaitu Anguilla bicolor memiliki kemiripan, baik secara morfologi, tekstur ataupun citarasa dengan sidatasli Jepang Anguilla japonica yang sudah langka. Hal ini juga menjadi salah satu faktor utama kenapa konsumen Jepanglebih mamilih sidat dari indonesia.

4. Jika dibandingkan dengan beberapa budidaya hewan perairan lainnya, syarat lokasi untuk budidaya sidat tidaklah sulit. Asalakan memiliki ataudekat dengan sumbar air dan kondisi agroklimatnya cocok, ikan sidat dapat dibudidayakan di tempat tersebut. Ikan sidat tidak memerlukan media lumpur seperti halnya budidaya belut. Lokasi budidayanyapun dapat dikatakan fleksibel, bisa menggunakan kolam ikan dari beton ataupun dari terpal.


5. Harga jualnya masih cukup tinggi, yaitu antara Rp 200.000 – 350.000 per Kg. sehingga dapat menutupi biaya produksi bahkan dengan perkiraan laba yang tinggi.

Demikian potensi usaha bidang agribisnis budidaya ikan sidat semoga dapat menggugah semangat untuk berwirausaha khususnya bidang agribisnis.

Baca juga artikel :

Jumat, 11 Desember 2015

Mengenal Jenis dan Karakter Ikan Sidat

Mengenal Jenis dan Karakter Ikan Sidat - Ikan Sidat jika dilihat sepintas memang seperti belut sehingga banyak yang mengira bahwa sidat adalah belut. Namun jika dilihat secara teliti ada beberapa perbedaan antara belut dan sidat.

Konon ikan Sidat merupakan makanan mewah bagi para raja jaman dahulu. Termasuk di negara Jepang, sidat hanya di olah pada jamuan khusus pada kalangan tertentu. Namun sering perkembangan jaman penggemar sidat semakin banyak, pada semua kalangan. Rasanya yang gurih dan khas olahan ikan sidat sangat di sukai khususnya di negara-negara Asia seperti Jepang, Indonesia, Taiwan, Korea hingga China.

mengenal jenis dan karakte ikan sidat


Morfologi  Ikan Sidat

Sebutan ikan di beberapa daerah berlainan, ikan Moa (Betawi), sugili atau sogili atau masapi (Sulawesi), ikan lubang (Sunda), Pelus (Jawa). Sedangkan nama latinnya adalah Anguilla Sp. masih tergolong famili Anguillidae, atau famili belut.

Bentuk fisik tubuh sidat mirip belut, yang membedakan dengan belut adalah adanya sirip yang menyerupai telinga pada kepala bawahnya. Tubuhnya memiliki sisik yang halus yang dilumuri lendir pada sekujur tubuhnya. Pada bagian anus terdapat sirip yang menyatu dan membentuk jari-jari yang terlihat lemah.

Tubuhnya sangat lentur dan berlendir. Lendir pada ikan sidat berfungsi sebagai alat pertahanan dirinya dari gangguan predator alam. Lendir tersebut membuat tubuhnya menjadi licin sehingga sangat sulit ketika di pegang atau ditangkap.

Klasifikasi Ikan Sidat.

- Fillum                 : Chordata
- Subfillum            : Euchordata
- Class                  : Osteichtyes
- Infra Class          : Teleostei
- Ordo                   : Anguilliformes
- Famili                 : Anguillidae
- Genus                 : Anguillia
- Spesies               : Anguilla sp.

Jenis-Jenis Ikan Sidat

Jenis ikan sidat cukup banyak kurang lebih ada 18 jenis, namun yang berada di perairan Indonesia teridentifikasi sebanyak 6 jenis, yaitu antara lain :

1. Aguilla marmorata

Cirinya : kulit halus dengan bercak hitam, warna kehijauan, pada punggungterdapat garis kecoklatan

2. Anguilla bicolor.

Crinya : kulit halus dengan warna coklat dan abu-abu, pada punggung kehijauan, dan perut berwarna putih.

3. Anguilla celebesensis.

Cirinya : warna kulitnya abu abu dan berbintik.

4. Anguilla borneoensis

Cirinya : kulitnya berwarna putih terang

5. Anguilla ancertalis

Cirinya : kulit berwarna abu-abu gelap, lebih gelap dari pada Anguilla celebesensis dan berbintik bintik.

6. Anguilla mauritania.

Cirinya : Tubuhnya berbintik bintik, warna lebih gelap jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

Yang paling banyak di budidayakan di Indonesia yaitu Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata. Anguilla bicolor banyak di budidayakan di wilayah Aceh, pulau jawa hingga Sumbawa. Sedangkan Anguilla marmorata banyak di budidayakan di Papua, Sulawesi dan Ternate.

Anguilla borneoensisbanyak terdapat di Kalimantan, namun karena tidak banyak yang membudidayakan sehingga keberadaanya menjadi sedikit sehingga digolongkan sebagai binatang langka dan dilindungi dari penangkapan dalam jumlah besar. Hanya diperbolehkan menangkap untuk dikunsumsi dalam jumlah sedikit .


Habitat Ikan Sidat.

Di alam ikan sidat mampu hidup pada dua jenis perairan yaitu air tawar dan air asin. Namun secara keseluruhan siklus hidup sidat banyak terdapat pada perairan air tawar. Pada fase larva hingga dewasa dihabiskan di sungai, sedangkan pada fase gonad atau fase siap kawin, sidat akan menuju perairan dengan salinitas tinggiuntuk bereproduksi. Fase anakan atau larva akan kembali berenang ke daerah hulu melalui muara sungai.

Temperatur air yang disukai ikan sidat yaitu pada suhu lingkungan 12 – 31 derajat celsius. Suhu 12 atau di bawahnya sidat mengalami kurang nafsu makan. Dalam perairan asin yang paling cocok bagi sidat dengan salinitas antara 0 sampai 35ppm. Sidat betina lebih menyukai perairan dengan arus tenang atau perairan esturia yang produktif, sedangkan sidat jantan lebih menyukai perairan arus deras yang produktifitasnya rendah

 Ikan Sidat adalah salah satu ikan yang memiliki sifat karnivora yaitu pemakan daging, sering kita menemukan berbagai macam kerang-kerangan, kepiting atau udang pada muntahan ikan sidat yang baru ditangkap di alam. ini menandakan bahwa ikan sidat adalah karnivorna yang membutuhkan protein tinggi untuk tumbuh kembang.


 Ikan sidat adalah jenis ikan yang aktif pada malam hari (nocturnal), biasanya muncul untuk mencari makan dimulai dari selepas maghrib sampai pagi menjelang terbit matahari. Sehingga budidaya ikan sidat waktu yang pas untuk memberi makan sebaiknya pada malam hari selepas magrib atau tengah malam agar bisa optimal dalam pertumbuhannya.

Baca juga artikel :